Sekilas Bangsa Bunian / Bangsa Elf

misterpangalayo.com - Sebelum saya membahas ulasan tentang Bangsa Bunian atau versi Eropanya dikenal dengan ELF, saya hanya menggali data dan berdasarkan data yang ada. Saya aplikasikan dengan beberapa teori berdasarkan sumber yang ada beserta cerita-cerita leluhur di sekitar saya yang mempunyai cerita sama dengan daerah lainnya di belahan bumi ini. Harapan saya semoga dengan membaca artikel ini, para blogger bisa mengambil yang positif-posotifnya saja dan tetap percaya kepada keyakinannya. 

Bangsa Bunian (bangsa elf) hingga saat ini masih dipertanyakan keberadaannya, sebagian orang di dunia ini sangat percaya akan keberadaannya, terutama masyarakat Kalimantan Barat (Sambas dan Ketapang), Kalimantan Timur (masyarakat Berau dan sekitarnya), masyarakat sekitar pegunungan Meratus (Kalimantan Tengah), Wentira (Sulawesi),  masyarakat Melayu di Nusantara sangat percaya akan keberadaan makhluk halus ini, Raja Ampat (Papua) dan berbagai versi di berbagai belahan dunia.

Bangsa Elf hidup antara mitos dan legenda dalam pandangan manusia, karena tidak menutup kemungkinan bahwa sebagian orang juga tidak percaya akan keberadaannya. Akan tetapi sebagian orang juga percaya dengan keberadaannya karena mereka (bangsa elf) sering menampakkan keberadaannya kepada orang-orang tertentu.

Menurut versi Melayu Minangkabau, istilah Bangsa Bunian (bangsa Elf) kadang juga dikaitkan dengan istilah dewa, tetapi pengertian dewa dalam hal ini sedikit berbeda dalam versi Hindu - Budha. Dewa dalam istilah Minangkabau berarti sebangsa makhluk halus yang tidak bisa dilihat tetapi bisa dirasakan keberadaannya.

Sedikit berimajinasi saya bahas dalam versi Eropa. Pada legendarium J. R. R. Tolkien, Banhsa Bunian (elf) diceritakan sebagai ras yang lebih dahulu ada daripada manusia dan lebih unggul dibanding dengan manusia. Elf, bersama-sama dengan manusia dan Dwarf, merupakan penghuni dunia fiksi Dunia Tengah yang baik.

Dunia Tengah dalam realita merupakan sebuah dunia yang berada antara dunia nyata dan dunia gaib. Selain ketiga ras utama tersebut, banyak pula ras-ras "jatuh" yang merupakan pengkorupsian dari ketiga ras ini. 

Dari legendarium Tolkien mengenai Bangsa Bunian (ras elf) yang sangat detail inilah saat ini banyak bermunculan sub-ras dan kisah-kisah yang dipopulerkan melalui buku-buku serta media-media lainnya, contohnya adalah buku dan permainan papan serta permainan video Dungeons & Dragons, World of Warcraft, dan juga dalam versi Melayu. 

Dapat dikatakan semenjak adanya tulisan Tolkien mengenai Elf ini, figur Elf dalam versi Eropa yang dulunya menyerupai peri atau makhluk halus sekarang kalah terkenal dibanding dengan figur dalam versi Melayu yang menyerupai manusia dengan tubuh langsing, antara hidung dan mulut tidak mempunyai garis, dan telinga runcing. 

Tetapi ada juga versi daerah tertentu bahwa Bangsa Bunian (Elf) bertubuh kecil dan berkaki terbalik, tetapi andaian itu ditepis oleh masyarakat Sambas dan Ketapang (Kalimantan Barat) bahwa ciri-ciri bangsa Bunian (elf) menyerupai manusia dengan telinga runcing, alis mata yang tebal hampir menyatu, dan tidak mempunyai garis antara hidung dan mulut.

Ada yang menyebutkan Para Bunian (para Elf) juga disebut sebagai "Yang Lahir Pertama" / "Anak Pertama" (Q: Minnonar, atau "Saudara yang Lebih Tua" (bandingkan dengan manusia dalam Dunia Tengah yang disebut sebagai "Yang Lahir Kedua"/"Anak Kedua") karena mereka "dibangunkan" oleh Eru Iluvatar sebelum para manusia.  Para Elf menamai diri mereka Quendi ("Yang Berbicara") karena mereka melihat bahwa mereka adalah satu-satunya makhluk yang mampu berbicara. Para Dunedain (Dwarf) menamai mereka Nimir ("Yang Menawan"). Dalam bahasa Sindarin atau bahasa kaum Sindar (Elf Dunia Tengah), mereka menamai diri mereka Eledhrim. (* menurut
J. R. R. Tolkien)

Menurut Silmarillion, Bunian (elf) merupakan "anak pertama" Arda (dunia), yang telah ada selama jangka waktu yang sangat lama sebelum manusia ("anak kedua") diciptakan.  Mereka bangun di bawah sinar bintang, karena matahari dan bulan belum diciptakan, oleh karena itu Bunian (elf) erat hubungannya dengan bintang dan sinar bintang. Mereka tinggal di tepi aliran sungai, menciptakan puisi, musik, dan lagu. Mereka juga menciptakan kata-kata baru, memberi nama benda-benda, dan senang memandangi bintang. Mereka bertubuh tinggi, berambut hitam, dan hidup dengan damai karena kejahatan belum masuk ke Arda, dunia mereka.

Menurut informan yang mempunyai indera ke-6, bahwa Bangsa Bunian (Elf) memang ada dan mereka mempunyai sisi positif dan negatif. Mereka dipecahkan dalam kedaulatan Kerajaan. Ada bangsa baik dan bangsa jahat, satu Kerajaan yang bisa dikatakan besar yaitu Kerajaan di dasar Samudera Atlantik yakni Kerajaan Air yang dikuasai bangsa Jin yang jahat. Menurut agama, ini adalah tempat tinggal Dajjal. Apakah semua ini berkaiatan ???

** oleh: Aditya **

Ulasan ini hanya sekilas sekilas Bangsa Bunian (Elf), ulasan selanjutnya saya akan menghimpun data-data informan yang pernah bertemu dengan bangsa bunian, dan berbagai fenomena-fenomena yang mengarah akan keberadaan Bangsa Bunian (Elf).

1 comment:

  1. Did you know there are a number of opinions and the views of most people about orang bunian. Although some communities
    suksestoto

    ReplyDelete

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : raditmananta@gmail.com
+Twitter : @raditmananta

Tata Tertib Berkomentar di blog misterpangalayo:

1. Gunakan Gaya Tulisan yang Biasa-biasa Saja
2. Tidak Melakukan Komentar yang Sama Disetiap Postingan
3. Berkomentar Mengandung Unsur Sara Tidak di Anjurkan

Powered by Blogger.