Berkemah Semalam Bersama GenPI Kalimantan Barat di Pancur Aji Sanggau

misterpangalayo.com - Sanggau merupakan sebuah kota yang terletak di tengah-tengah dan berada di bagian utara provinsi Kalimantan Barat (Kapuas, Sanggau, Indonesia). Kota ini dikenal dengan julukan Bumi Daranante dan dilalui oleh Sungai Kapuas dan Sungai Sekayam. Kota ini selalu menarik minat wisatawan yang berasal dari luar Sanggau dengan wisata sejarah, wisata belanja, hingga wisata alamnya. Selain itu, Sanggau berbatasan langsung dengan negara Malaysia, sehingga kondisi geografis ini memberikan keuntungan tersendiri bagi daerah tersebut, terutama dalam sektor pariwisata.

Di kota ini, terdapat satu destinasi wisata yang sangat populer yaitu Wisata Pancur Aji Sanggau. Berada di Jalan Sanggau Permai (Desa Beringin, Kapuas, Sanggau) atau sekitar ± 4 km dari pusat kota, kawasan wisata tersebut bisa diakses oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Tepat sebulan yang lalu (27-28 Februari 2021), GenPI (Generasi Pesona Indonesia) Sanggau mengajak GenPI Kalimantan Barat untuk melakukan camping atau berkemah di areal Camping Ground Wisata Pancur Aji. 

Berkemah Semalam Bersama GenPI Kalimantan Barat di Pancur Aji Sanggau 

Tentunya kegiatan ini menjadi daya tarik kami (GenPI Kalbar) untuk merefresh jiwa dan raga setelah lima hari berjibaku dengan rutinitas sehari-hari. Hari keberangkatan pun tiba, kami sepakat untuk berkumpul dulu di halaman depan GAIA Bumi Raya Mall Kubu Raya, pagi itu masih dalam keadaan berkabut akibat dari kebakaran lahan yang melanda karena musim kemarau yang berkepanjangan. Satu per satu mulai berdatangan dan setelah tim lengkap, kami pun langsung melanjutkan perjalanan menuju Kota Sanggau melalui rute Jl Trans Kalimantan - Simpang Ampar (Tayan Hilir) - Simpang Sosok (Tayan Hulu) dan berakhir di Kecamatan Kapuas (pusat Kota Sanggau).

Meeting Point di halaman depan GAIA Bumi Raya Mall Kubu Raya

Perjalanan di mulai dari Jalan Alianyang (depan mall GAIA) menuju Simpang Ampar (Tayan Hilir, Sanggau) dengan estimasi waktu perjalanan ± 2 jam menggunakan kendaraan roda dua. Sesampai di tujuan, kami berhenti di salah satu rumah makan di Simpang Ampar. Setengah jam berlalu, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Simpang Sosok (Tayan Hulu, Sanggau) berjarak tempuh ± 45 menit dengan kondisi jalan beraspal mulus. Dipersimpangan tiga jalan (Simpang Sosok), kami berhenti di mini market yang tepat berada di jalur tusuk sate persimpangan.

Salah satu rumah makan di Simpang Ampar (Tayan Hilir, Sanggau)

Melepas dahaga akibat terik matahari menyengat sepanjang jalan, membuat kami istirahat sejenak di minimarket tersebut. Mencari minuman penyegar atau ion guna mengganti cairan tubuh yang hilang selama perjalanan. Jam di tangan menunjukkan pukul 10.30 wib, kami pun melanjutkan perjalanan menuju simpang Jalan Sanggau Permai (Beringin, Kapuas, Sanggau) atau gerbang Wisata Pancur Aji. Lama perjalanan ± 45 menit dengan kondisi jalan beraspal mulus, saat memasuki gerbang tersebut akan disambut oleh kondisi jalan yang berkelok dan berbukit. 

Setelah sampai di pos loket, kita akan dikenakan tarif masuk ke objek wisata sebesar IDR 6.000 per orang. Wisata Pancur Aji Sanggau buka pada jam 09:00 – 18:00 WIB. Jika kamu ingin berfoto dengan view yang bagus, sebaiknya kamu datang pada pagi hari saat cuaca cerah dan pada sore hari saat matahari mulai kembali ke peraduannya. Dari pos loket, kita akan diarahkan menuju ke kawasan inti wisata dengan kondisi jalan beraspal rusak dengan kerikil-kerikil kecil. 5 menit kemudian, kami sampai ke kawasan Camping Ground Wisata Pancur Aji Sanggau Kapuas.

Mendirikan tenda di Area Camping Ground Pancur Aji

Saat memasuki lokasi Camping Ground, kami telah disambut hangat oleh teman-teman dari GenPI (Generasi Pesona Indonesia) Kabupaten Sanggau, selain itu tim dari Disporapar (Dinas Pemuda Olah Raga Dan Pariwisata) Kabupaten Sanggau selaku pembina GenPI Sanggau pun turut serta hadir dalam kegiatan Camping Ria bersama Generasi Pesona Indonesia Sanggau. Tenda-tenda telah berdiri rapi diantara pepohonan rindang hutan Pancur Aji. Tidak hanya tenda, hammock (tempat tidur gantung) yang terikat kuat di pepohonan juga menambah keunikan area tersebut.

Makan siang Saprahan bersama GenPI Sanggau

Sembari melepas lelah dan mengemas barang ke dalam tenda, tim GenPI Sanggau yang juga di bantu oleh Mak Wik (Pembina GenPI Kalbar, yang kebetulan juga di undang ke Sanggau untuk memberi materi-materi terkait pembinaan kepada GenPI Sanggau) telah menyiapkan welcome drink berupa Teh Manis Dingin dan Kopi Hitam Panas. Tidak melewatkan momentum, waktu tersebut menjadi segmen rangkaian acara untuk berkenalan sesama anggota GenPI di Kalbar antara tim GenPI Kalbar dengan tim GenPI Sanggau. Alhasil tidak butuh waktu lama, teman-teman GenPI Kalbar bisa cepat beradaptasi dan lebih akrab dengan saudara mereka dari Sanggau.

Saat Matahari berada di atas kepala (ba'da Dzuhur), Mak Wik bersama tim GenPI Sanggau pun menyuguhkan menu makan siang ala saprahan. Semua peserta camping pun diarahkan untuk berkumpul dan duduk diarea yang telah disediakan yang beralaskan tarpal berukuran besar. Walau terik matahari begitu menyengat dikala itu, namun terasa sejuk karena pepohonan menjulang tinggi di areal camping menepis hawa panas saat kami berkumpul bersama makan siang saprahan. 

Diskusi GenPI bersama Yok Kita Jelajah

Sesi makan siang berakhir, kegiatan berlanjut diskusi santai bersama anggota GenPI Sanggau yang dipandu oleh perwakilan dari Yok Kita Jelajah tentang intisari GenPI yang sebenarnya. Berjalan menuruni dataran lebih rendah dari areal camping, kami duduk bersila membentuk lingkaran dan diskusi pun dimulai. Hal ini tentu menjadi ajang bertukar pikiran dari masing-masing individu yang hadir bagaimana mereka mendiskripsikan apa itu Generasi Pesona Indonesia beserta bagaimana kedudukannya di setiap kabupaten-kota di Kalimantan Barat. Tidak lupa, Ketua GenPI Sanggau memberi sepatah dua patah kata untuk menyambut semua anggota GenPI yang hadir, lalu diikuti oleh Ketua HPI Sanggau dan Kabid Pariwisata Kabupaten Sanggau.

Satu jam kemudian, kami (GenPI Kalbar) di ajak pengurus GenPI Sanggau untuk mengunjungi Kawasan Wisata Budaya Kabana (Kantu' Binua Istana). Di kawasan wisata tepi sungai tersebut, berdiri sebuah Masjid Jami Sultan Ayub dan Istana Surya Negara Sanggau. Perjalanan dari Gerbang Wisata Pancur Aji menuju Kawasan Kabana berjarak ± 4 km (10 menit perjalanan menggunakan sepeda motor). Sesampai di lokasi, kami pun memarkirkan kendaraan kami tepat di halaman keraton dengan rapi. Saat itu, jam menunjukkan pukul tiga sore waktu setempat namun waterfront sudah ramai dipadati oleh warga atau wisatawan untuk menikmati suasana Kabana di sore hari.

GenPI Kalimantan Barat mengunjungi Istana Surya Negara Sanggau


Kawasan Wisata
Budaya Kabana

Sebuah bangunan bersejarah peninggalan Kerajaan Sanggau berdiri megah ini kental bercorak Melayu yang menghadap ke arah Sungai Kapuas. Dengan penuh hati-hati kami pun menaiki anak tangga menuju teras keraton (bangunan khas rumah panggung). Sembari menunggu pihak keraton untuk mengizinkan kami masuk ke dalam untuk melihat koleksi-koleksi peninggalan dari Kerajaan Sanggau. Tidak butuh waktu lama, sepuluh menit kemudian pintu keraton pun terbuka lebar menyambut kedatangan GenPI Kalimantan Barat.

Teras Keraton

Area pertama yang kami lewati adalah ruang tamu yang cukup luas untuk menjamu tamu penting atau tamu kehormatan. Terdapat sofa yang cukup panjang dan empuk, serta di setiap dindingnya terdapat pajangan foto-foto keluarga kerajaan dan para pemimpin Kerajaan Sanggau terdahulu. Berlanjut ke ruang berikutnya, kita akan menyaksikan sebuah singgasana yang bercorak Melayu berkilau dengan emas. Ruangan singgasana ini pun cukup luas. Beruntungnya kami dibantu tour guide keraton untuk menjelaskan secara rinci setiap apa yang kami lihat dan lewati. 

Menjelaskan kondisi terkini Keraton Sanggau oleh GenPI Sanggau

Sebelah kiri ruang singgasana terdapat kamar raja dan ruangan koleksi (museum mini) yang menyimpan pusaka-pusaka kerajaan. Kami pun dipersilahkan untuk masuk ke ruangan koleksi untuk melihat langsung pusaka tersebut. Dimana, kami melihat pakaian keberasaran raja dan ratu pada saat itu. Ada juga beberapa buah meriam lela, peti besi, kopiah raja, Alquran yang ditulis tangan, lonceng, pedang, keris, gong dan masih banyak lagi yang tersimpan disini. Ada juga salah satu pedang yang konon menjadi salah satu saksi dari pendirian Kabupaten Sanggau. Pedang tersebut diletakkan di sebuah kain kuning. Dengan pedang dan gagangnya yang berwarna kuning keemasan yang panjangnya hampir 1 meter. Pedang kuno yang menjadi koleksi tertua di tempat ini.

Melihat koleksi peninggalan / pusaka Keraton Sanggau

Sedangkan disebelah kanan terdapat beberapa pintu untuk menuju kawasan privasi penerus tahta Kerajaan Sanggau saat ini (tempat tinggal Raja Sanggau saat ini beserta keluarga). Di dinding terdapat foto-foto dokumentasi setiap kegiatan atau event penting dari Keraton Sanggau, menariknya terdapat foto Sultan Sambas yang bernama Sultan Mohammad Sjafioedin dari Kesultanan Sambas. Pada zaman itu, Sultan Sambas dan Sanggau pernah menandatangani mengenai batas wilayah masing-masing negeri (ANRI, Borneo West, No. 57.38.) menggunakan bahasa melayu yang beraksarakan Arab (Arab Jawi/Arab Melayu) dan diberi terjemahan bahasa Belanda.

Koleksi foto-foto kerajaan

Setelah melihat-lihat seisi istana, kami pun diajak berkeliling di luar istana melihat kawasan Kabana hingga menuju Masjid Jami yang letaknya tidak jauh dari muara Sungai Sekayam. Suasananya sangat familiar dengan Kawasan Waterfront City Kota Pontianak. Tersedia aneka kuliner yang tersedia sepanjang lorong Kabana. Kursi dan meja pun ikut tersusun rapi, untuk menemani para wisatawan menikmati kuliner atau jajanan sambil menikmati pemandangan Sungai Kapuas. Menurut informasi yang kami dapat, terdapat satu kuliner khas Keraton Sanggau yaitu Sungkui.

Sungkui merupakan makanan wajib untuk jamuan acara-acara pesta hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Idul Adha di Kabupaten Sanggau. Di kalangan Keraton Sanggau, Sungkui merupakan menu andalan untuk tamu terhormat bagi kerajaan. Makanan khas berbahan nasi ini setelah bentuknya sederhana, lonjong, tipis dan memanjang. Namun, di balik kesederhanaanya itu, makanan ini punya keistimewaan dengan bau harum yang khas. Menjadi sempurna saat memakannya berbarengan dengan opor ayam.

Melihat koleksi meriam

Di pertengahan perjalanan menuju Masjid Jami Sultan Ayub, kami melihat pajangan beberapa buah meriam peninggalan keraton yang terawat baik. Uniknya, menurut warga setempat ada sebuah meriam yang terletak di dasar sungai kapuas tepat di depan keraton. Saat warga memindahkan meriam tersebut ke daratan, anehnya meriam tersebut raib dan kembali ke dasar sungai. Hingga saat ini, meriam tersebut dikeramatkan dan dipercaya sebagai penjaga kawasan Keraton Sanggau.

Perjalanan pun berlanjut menuju ke arah Masjid Jami, kami pun hanya melihat-lihat dari luar dan tidak jauh dari lokasi masjid terdapat area spot foto instagramable dengan latar tulisan Kawasan Istana Surya Negara yang membelakangi Sungai Kapuas dengan ciri khas warna tulisan yaitu Kuning dan Hijau. Setelah berfoto di spot tersebut, kami pun mencoba menaiki kapal wisata menyusuri sungai Kapuas memasuki Sungai Sekayam dengan estimasi waktu ± 30 menit dengan tarif IDR 10.000 / orang (harga yang sangat murah untuk menikmati pengalaman melihat rutinitas warga bantaran Sungai).

Wisata Susur Sungai

Senja sudah mulai tenggelam, kapal wisata pun selesai menghantarkan kami menikmati sensasi wisata susur sungai. Tak lama suara adzan pun terdengar dari Masjid Jami, teman-teman yang beragama Islam pun bergegas untuk menunaikan sholat Maghrib. Sedangkan yang non muslim atau yang berhalangan pun menunggu teman-teman di halaman Keraton Sanggau. Setengah jam kemudian, kami semua berangkat menuju pasar Sanggau untuk mencari kuliner (sebrang Pasar Jarai). Setelah menyantap hidangan makan malam tersebut, kami pun kembali ke Camping Ground Pancur Aji.

Kembali ke Camping Ground Wisata Pancur Aji

Sesampai di area camping, ternyata teman-teman GenPI Sanggau sudah menunggu kami untuk memulai diskusi ringan bersama perwakilan dari Disporapar Sanggau terkait pariwisata dan GenPI. Kami pun langsung merapat dengan tim GenPI Sanggau untuk partisipasi dalam segmen tersebut. Sebuah diskusi yang menarik tentang napak tilas Wisata Pancur Aji dan membahas arah pariwisata Sanggau ke depannya tentunya dengan support maksimal dari teman-teman GenPI Sanggau maupun GenPI Kalimantan Barat. 

Diskusi Malam / Ramah Tamah GenPI Sanggau

Dalam Kawasan Wisata Pancur Aji terdapat maskot utama yaitu Air Terjun Pancur Aji. Air terjun tersebut terdiri dari tiga undakan, dengan ketinggian hanya sekitar empat sampai lima meter. Namun derasnya air dari masing-masing ketinggiannya memberikan sensasi segar, memang curah airnya tidak terlalu deras, tapi cukup untuk menyegarkan badan di tengah terik matahari berteduh pepohonan yang rindang di kiri kanan air terjun. 

Dinginnya air pegunungan, gemercik air dan suara alam kental dan suasana yang masih alami bisa kita rasakan di sini. Uniknya di kawasan Pancur Aji masih sangat terjaga pohon tengkawang yang tumbuh liar, merupakan tumbuhan sudah dalam kategori langka dan sulit di temukan lagi. Menurut penuturan Ketua Umum GenPI Sanggau, Pada bagian atas bukit Pancur Aji ini sempat ditemukan sisa-sisa Benteng Pancur Aji, terbentang pada dataran bukit dalam bentuk galian tanah berukuran 10×10 m dengan kedalaman 1 m dan berdindigkan kayu belian mengitari benteng tersebut. 

"Di bagian belakang benteng tersebut terdapat pula galian yang berukuran 4×4 m, diperkirakan sebagai tempat penyimpanan perbekalan dan konon katanya dari pusat benteng tersebut dibentangkan rantai besi hingga menyebrangi Sungai Kapuas yang dibenamkan ke dalam sungai dan sewaktu-waktu dapat ditarik muncul ke permukaan sungai dimaksudkan untuk menghambat perjalanan maju kendaraan angkutun air manakala ada musuh yang akan menyerang kota. Selain itu konon terdapat sebuah meriam yang dipasang dibenteng tersebut dan diberi nama Bujang Malaka, ujar Ahmad Rizaldi selaku Ketum GenPI Sanggau"

Air Terjun Pancur Aji || Dok. Disporapar Sanggau

Di Objek wisata Pancur Aji terdapat fasilitas kamar mandi, tempat-tempat duduk dan Gazebo untuk bersantai, selain itu juga terdapat jalur Tracking berupa jalan setapak dan pagar pembatas, serta terdapat area khusus Camping. Tiga jam berlalu, sesi diskusi pun diakhiri dengan tepuk tangan yang gemuruh dari semua anggota GenPI yang hadir pada malam itu. Acara bebas disambut meriah, penganan kerupuk basah dan cemilan lainnya menemani teman-teman bersantai menikmati malam di Pancur Aji. Tidak lupa kopi hitam panas menambah kehangatan dengan kegaduhan suara-suara teman-teman GenPI yang sedang berkaraoke ria.

Malam pun semakin larut, satu per satu teman-teman mulai memasuki tenda untuk beristirahat setelah aktivitas seharian yang padat. Bermandi cahaya api unggun, suasana alam bebas Pancur Aji di malam hari sangat jarang didapatkan dari tempat lain. Keesokan harinya, tidak banyak aktivitas yang kami lakukan. Setelah sarapan pagi, beberapa dari rombongan GenPI Kalbar pun menikmati sensasi mandi di Air Terjun Pancur Aji dan berendam di sungai yang segar.

Sarapan Pagi

Setelah mandi, kami semua berberes tenda di lokasi Camping Ground. Tidak lupa semua sampah yang ada harus di pungut dan di simpan di tempat yang seharusnya. Setiap ada pertemuan selalu ada perpisahan, kami pun dengan berat untuk berpisah dengan teman-teman GenPI Sanggau. Karena keterbatasan waktu, kami pun terpaksa pamit pulang dan kembali ke Kota Pontianak. Namun, sebelum pulang ke Pontianak kami semua berinisiatif untuk menambah sedikit waktu kebersamaan sambil menikmati kopi di Aming Coffee Sanggau.

Hasil hunting di sungai Pancur Aji

Tak sulit menemukan dan mencapai kawasan  wisata Pancur Aji. Berjarak sekitar  ± 4 km dari pusat kota atau kurang lebih 3 km dari jalan raya menuju Pontianak di sebelah barat kota Sanggau dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit dengan berkendara.  Untuk menuju kawasan Wisata Pancur Aji disimpang jalan terpasang papan petunjuk lokasi wisata tersebut. Jalan menuju kawasan ini cukup menantang dan berbukit-bukit namun anda tidak akan bosan dengan suguhan pemandangan sekeliling yang indah.

Sampai ketemu di trip selanjutnya !!

Gass Gass Gass ....

Aming Sanggau

Tidak ada komentar:

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : raditmananta@gmail.com
+Twitter : @raditmananta

Tata Tertib Berkomentar di blog misterpangalayo:

1. Gunakan Gaya Tulisan yang Biasa-biasa Saja
2. Tidak Melakukan Komentar yang Sama Disetiap Postingan
3. Berkomentar Mengandung Unsur Sara Tidak di Anjurkan

Diberdayakan oleh Blogger.