Header Ads

Cerita Anak Kost: Terjebak dalam Cinta Terlarang

misterpangalayo.com - Indekost atau biasa disebut Kost adalah sebuah kamar atau tempat untuk ditinggali dengan sejumlah pembayaran tertentu dalam waktu tertentu, mulai dari bulanan hingga per tahun (umumnya pembayaran per bulan). Kost banyak dibangun di kota-kota besar dengan target segmentasinya adalah perantau yang datang dari berbagai kota untuk sekolah, kuliah ataupun bekerja.

Di Kota Pontianak, kost-an banyak tersebar di kawasan pendidikan khususnya perguruan tinggi. Jika lokasi kostnya di tengah kota dan strategis, harganya tidaklah murah walaupun fasilitasnya terbilang biasa saja. Setiap tahun ajaran baru, tempat-tempat kost selalu berganti penghuni. Para lulusan SMK atau sederajat dan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi menjadi orang baru di tempat-tempat kost. Lima tahun lalu, saya adalah satu diantara ribuan putera daerah yang merantau ke kota.

1001 kisah pernah tertinggal disitu, dan pada artikel saya kali ini adalah sebuah kisah yang saya alami pada tahun 2012 lalu. Saya ingin menegaskan sebelum saya bercerita lebih jauh, bahwa cerita pendek ini tidak ada maksud terselubung atau mengandung unsur SARA. Hanya sekedar menceritakan apa yang telah saya alami selama menjadi anak kost, dan benar-benar terjadi tanpa unsur mengarang.

 
OTW Kota Sambas

Saat subuh dikala itu, suasana memang masih seperti malam hari ditambah lagi udara yang dingin membuat saya lebih nyaman dan erat dengan kasur. Suara alarm dari ponsel semakin lama semakin terdengar keras di telinga saya. Sehingga saya pun terbangun dari tidur dan rasanya saya susah move on dari kasur.

Terpampang jelas jam digital menunjukkan pukul 04.30 WIB, dan itu menandakan bahwa sebentar lagi saya akan dijemput oleh salah satu Bus Jurusan Pontianak - Sambas. Tak ada kata-kata bijak yang bisa membangkitkan rasa kantuk, tapi saya memaksakan diri untuk sadar dan sesegera ke kamar kecil.

Tak ada waktu lagi untuk mandi, saya pun terpaksa hanya mencuci muka dan menggosok gigi, kebetulan juga udara subuh sangat dingin. Setelah itu, saya pun berganti pakaian dan membuat tubuh saya sehangat mungkin. Lalu saya berjalan melewati lorong komplek menuju ke arah depan. Detik berganti menit, tidak lama kemudian Bus yang saya nanti pun sudah ada di depan mata.

Melirik ke kiri ke kanan ke depan ke belakang. Mata saya hanya mencari bangku yang kosong dekat jendela. Dengan cepat saya bergegas menuju bangku tersebut, tepatnya disebelah kanan Bus. Merebahkan badan senyaman mungkin dan saya berniat melanjutkan tidur saya sambil mendengar musik.

Tidak terasa dua jam saya tertidur, saya terjaga dan menatapi orang-orang disekeliling saya. Ternyata sudah penuh bus oleh para penumpang. Tepat di seberang tempat saya duduk, ada 2 suster muda dan cantik yang hendak menuju Kota Sambas.

Saya pun bertanya dan sedikit basa basi, dari mana dan hendak kemana. Ternyata mereka berdua pun mempunyai tujuan yang sama untuk pulang ke Sambas yaitu ingin membuat E-KTP. Semakin lama kami semakin akrab, dan rasanya seperti sudah kenal lama. Di tambah saya orangnya playfull dan friendly, jadi sangat mudah bergaul.

Kedua suster tersebut sangat baik hati dan "gaul banget" di mata saya. Saya selalu direspon dengan ramah-tamah dan penuh senyum. Tak disangka, sebut saja nama suster Elsa (nama samaran) minta kontak saya. Tanpa berpikir panjang, saya pun memberikan nomor HP saya. Dalam pikiran saya, tidak ada salahnya dan kali saja mereka berdua bisa menjadi tempat untuk sharing jikalau ada masalah ataupun untuk meminta pendapat atau nasihat.

Tepatnya di daerah Sungai Bundung (Kabupaten Mempawah), BUS kami berhenti di salah satu rumah makan, waktu yang diberikan sekitar 30 menit untuk mengisi perut hingga istirahat sejenak untuk melepas penat perjalanan.

30 menit kemudian, Bus pun melanjutkan perjalanan hingga sampailah di tempat tujuan. Saya pun berpamitan untuk turun duluan kepada Duo Suster tadi. Sesampai dirumah, saya pun mendapat sms dari nomor yang tidak dikenali, setelah saya telusuri, ternyata itu adalah nomor HP suster Elsa (nama samaran).

Saat itulah, kami mulai ber-SMS ria dan saling bertanya kabar. Saya sangat senang bisa berteman dengan suster yang baik dan terbuka satu sama lain.


Keesokan Harinya

Sekitar jam 1 dini hari, saya pulang kembali ke Pontianak dengan mengendarai sepeda motor. Hampir lupa, saya pulang ke Sambas bukan hanya untuk urusan KTP tetapi juga untuk mengambil motor. Suster Elsa yang saya temui di Bus juga ternyata sudah kembali ke Pontianak kemarin sore, setelah urusan E-KTP selesai.

Dengan kecepatan 70-90 km/jam, akhirnya saya sampai juga di Kost dalam waktu 4 jam. Karena mengendarai sepeda motor tanpa istirahat, saya sangat merasa kelelahan dan langsung tertidur pulas tanpa lagi melepas sepatu.

3 jam kemudian, saya pun terbangun dan bergegas ke kamar kecil untuk membersihkan badan. Bertepatan hari itu adalah hari Minggu, walaupun weekend sebagai mahasiswa baru tetap saja ada kegiatan di Kampus Biru. Saya bergegas karena ketika melihat jam, tersadar sudah terlambat 1,5 jam.

Sesampai di Kampus, saya melihat banyak melihat MaBa (mahasiswa baru) yang terlambat. Kami pun jadi dihukum oleh senior-senior untuk door to door, sambil memperkenalkan diri kepada mahasiswa lainnya.


Hari berikutnya, berikutnya, dan berikutnya

Smartphone saya tiba-tiba berdering, ternyata suster Elsa yang saya temui sepekan lalu menelpon saya. Kami banyak berbincang-bincang mengenai pertemuan pertama kami di Bus. Tak hanya ditelpon, saya pun sering mendapat SMS darinya.

Perangkat mobile saya pun kembali berdering untuk kesekian kalinya karena mendapat panggilan masuk dari suster Elsa. Kali ini topik bahasan kami sudah agak berbeda dari biasanya, lebih mengarah ke masalah pribadi masing-masing. 

Seperti halnya kenalan dalam kencang buta, kami saling bertanya status, bertanya umur dan lain-lain. Sedikit mengejutkan, ternyata usia kami hanya berbeda 6 tahun. Suster Elsa 6 tahun lebih tua dari saya. Saat itu (2012), umur saya tepat 19 tahun dan umur suster Elsa sekitar 25 tahun. 

Setiap hari saya selalu mendapat SMS darinya, Suster Elsa hanya mengingatkan saya untuk ngampus. Dan ketika malam tiba, kadang-kadang saya ditelpon dan di-SMS. Hingga pada suatu malam dimana bulan di langit sangat cerah dan bintang-bintang pun ikut menambah suasana seakan memagari sang bulan. 

Tiba-tiba saya menerima sebuah SMS yang isinya sedikit membuat saya terkejut. Hal yang tidak pernah saya duga sebelum, ternyata suster Elsa mengakui terang-terangan kalau suster Elsa mengagumi dan menyukai saya. Tapi perlu saya garis bawahi kalau rasa kagum dan rasa suka suster Elsa itu dalam arti bagaimana. Saya menangkap rasa itu dalam arti rasa kagum sebagai adik dan kakak. Itu yang saya pikirkan dan yang terlintas di benak saya.

Bukan rahasia umum lagi, jikalau menjadi seorang suster dalam gereja katolik itu seperti apa. Maka dari itu, saya menganggap apa yang beliau sampaikan adalah sebuah candaan.
Akan tetapi semua itu seakan sirna begitu saja, karena setiap hari saya selalu mendapat sms yang bernada kangen, sayang, dan lain sebagainya.

Semua pertanyaan saya pun mulai menemukan titik terangnya, saya aplikasikan semua nada-nada SMS suster Elsa. Dan ini memang sedikit aneh kalau suster Elsa benar ada rasa kepada saya.

Beberapa hari kemudian, saya kembali mendapatkan pesan singkat dari suster Elsa yang mana beliau menyuruh saya untuk mampir ke kediamannya (susteran salah satu gereja katolik di Kota Pontianak). Sesampai di lokasi, suster Elsa berniat meminta pertolongan untuk urusan kuliah temannya. 

Kesempatan ini, kami gunakan dengan baik untuk berbincang-bincang dan saling bersenda gurau. Dan kami sepakat tidak membahas masalah sms yang berisi tentang isi hati. Banyak yang kami bahas, beliau bertanya seputar Spesifikasi Ponsel yang saya gunakan hingga aktivitas rutinitas saya

Selain itu, saya pun bertanya tentang Spesifikasi Hape yang digunakan suster Elsa, walau tidak penting tapi ini hanya sekedar basa basi belaka. Hingga pada pertanyaan yang sedikit serius, saya menanyakan tentang masa lalunya dan sang suster pun menceritakan kisah hidupnya dan masalah hidupnya serta alasan beliau menjadi suster.

Setelah mendengar semua ceritanya, saya jadi tahu alasan dasar mengapa suster Elsa memutuskan untuk menjadi seorang biarawati dan suster Elsa menceritakan kehidupannya yang sedikit pahit di masa lalunya. Saya pun tiba-tiba merasa iba dan berusaha menenangkan hatinya.

Jujur dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya menganggap suster Elsa seperti kakak saya sendiri sekaligus menjadi teman terbaik dalam hidup saya. Hingga saat ini saya tetap mengganggapnya sebagai teman baik, dan dari pihak dia juga seperti itu. Rasa sayang dan kagumnya pun dipendam dan menyadari bahwa ini merupakan hubungan terlarang untuk dilanjutkan ke jenjang serius. (seumpamanya !red)


Malam Bulan Purnama

Pada malam hari itu, bentuk bulan sangat sempurna, sang purnama pun mengembang malam itu. Saya dan suster Elsa ber-SMS ria, saling bertanya kesibukan masing-masing. Malam pun tak terasa berlalu, hingga tiba-tiba sms kami mengarah ke masalah hati. Sang suster berkata bahwa ada rasa yang tidak biasa seperti rasa cinta kepada saya. Saya pribadi tidak kaget, karena sebelumnya sudah mengetahui bahwa sang suster diam-diam menyukai saya. Dari semua perhatiannya dan tatapan matanya kepada saya. Dan saya pun berkata hubungan kita hanya sebatas kakak adik saja.

Dalam ajaran Agama Katolik, bahwa Suster tidak boleh menikah dikarenakan suster sudah menikah secara jasmani dan rohani dengan Gereja (selibat) dan ada pandangan bahwa Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan dan kekhawatiran bahwa orang yang beristri akan membagi-bagi perhatiannya sesuai dengan 1 korintus 7:32-35.

Bagi gereja Katolik, menjadi biarawan harus selibat dengan mengesampingkan nafsu-nafsu dunia seperti keinginan untuk menikah,meninggalkan keluarga dan harta bendanya demi hidup membiara. Gereja katolik ingin para biarawan benar-benar merasa bahwa menjadi biarawan merupakan suatu panggilan hidup.

Bagi gereja katolik untuk menjadi seorang biarawan dan biarawati bukanlah pekara yang mudah karena banyak yang harus dikorbankan (Pendidikan teologi yang tinggi saja tidaklah cukup).

Mungkin sudah saatnya saya mohon pamit untuk cerita saya kali ini saat menjadi anak kost. Mudah-mudahan dari cerita diatas bisa dicerna dengan baik dan inti sarin dari ceritanya bisa tepat sasaran.  Saya kembali mengingatkan bahwa ini hanyalah cerita apa yang telah saya alami tanpa mengandung unsur lainnya. Maka dari itu, nantikan cerita saya selanjutnya !!!

21 comments:

  1. Alangkah bagus nya bila kamu bisa membawa kembali sang suster untuk tetap setia pada hidup selibat

    ReplyDelete
  2. Alangkah bagus nya bila kamu bisa membawa kembali sang suster untuk tetap setia pada hidup selibat

    ReplyDelete
  3. Ceritanya menarik... dijadikan cerpen bagus nih.

    ReplyDelete
  4. Artikel yang menarik dan berguna.

    Buruan Gabung Sekarang Juga dan Dapatkan Bonus Hingga Jutaan Rupiah disetiap Harinya hanya di judi poker

    ReplyDelete
  5. ceritanya bagus kak, tunggu cerita yang baru nhe....gk sabar:)

    ReplyDelete
  6. VIPQIUQIU99.COM AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA

    Kami VIPQIUQIU99 AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA mengadakan SEO Kontes atau Kontes SEO yang akan di mulai pada tanggal 20 Januari 2017 - 20 Mei 2017, dengan Total Hadiah Rp. 35.000.000,- Ikuti dan Daftarkan diri Anda untuk memenangkan dan ikut menguji kemampuan SEO Anda. Siapkan website terbaik Anda untuk mengikuti kontes ini. Buktikan bahwa Anda adalah Ahli SEO disini. Saat yang tepat untuk mengetest kemampuan SEOAnda dengan tidak sia-sia, hadiah kontes ini adalah Rp 35.000.000,-

    Tunggu apa lagi?
    Kontes SEO ini akan menggunaka kata kunci (Keyword) VIPQIUQIU99.COM AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA Jika Anda cukup percaya akan kemampuan SEO Anda, silahkan daftarkan web terbaik Anda SEKARANG JUGA! Dan menangkan hadiah pertama Rp. 10.000.000. Keputusan untuk Pemenang Akan di tentukan dengan aturan kontes SEO yang dapat dilihat di halaman ini.

    Tunggu apa lagi? Ikuti kontes ini sekarang juga!

    CONTACT US
    - Phone : 85570931456
    - PIN BB : 2B48B175
    - SKYPE : VIPQIUQIU99
    - FACEBOOK: VIPQIUQIU99

    ReplyDelete
  7. Sedih Om kalau terjebak Cinta Terlarang. Tapi ceritanya seru Om seperti pengalaman pribadi Om ya. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haudah.... Iya om.. pengalaman pribadi 5 tahun lalu...

      Delete
  8. Sepertinya Bang Radit Mananta sangat berbakat dalam dunia tulis menulis. Alurnya bagus bang. Bagusnya dikembangkan lagi untuk dibuat novel.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nulis bgtu aja mas.. utk novel tak tahu menahu bagaimana memulai dan aturan2nya

      Delete

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : raditmananta@gmail.com
+Twitter : @raditmananta

Tata Tertib Berkomentar di blog misterpangalayo:

1. Gunakan Gaya Tulisan yang Biasa-biasa Saja
2. Tidak Melakukan Komentar yang Sama Disetiap Postingan
3. Berkomentar Mengandung Unsur Sara Tidak di Anjurkan

Powered by Blogger.