Asal Usul Penamaan Kota Pontianak

misterpangalayo.com - Kota Pontianak merupakan kota terbesar di Kalimantan Barat dan sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Selain itu, kota Pontianak juga merupakan kota yang satu-satunya di Indonesia yang dilintasi garis lintang 0 derajat. Karena itu, kota tersebut dijuluki Kota Khatulistiwa dan tepatnya di Siantan terdapat sebuah monumen yang dibangun tepat di garis khatulistiwa.

Kota Pontianak juga dilewati 3 sungai besar yaitu Sungai Kapuas Besar, Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Landak. Tak heran apabila kota yang memiliki luas wilayah 107,82 kilometer persegi ini juga dijuluki kota seribu sungai. Dan ketiga sungai tersebut diabadikan dalam lambang Kota Pontianak.

Keraton Kadriah Pontianak
Sumber Gambar : http://kratonpedia.com

Melalui tulisan di bawah ini, saya sajikan 5 asal usul penamaan Kota Pontianak yang wajib Anda ketahui dari beberapa perspektif (Asma, Ahmad. 2013. Pontianak Heritage dan Beberapa yang Berciri Khas, Literer Khatulistiwa, Pontianak) :

Pertama adalah berdasarkan dari cerita rakyat (folklor) bahwa asal usul penamaan Kota Pontianak berawal dari istilah hantu Kuntilanak (bahasa melayu: hantu Pontianak). Konon, di kawasan yang kita kenal Pontianak sekarang, dulunya banyak terdapat hantu Kuntilanak dengan pohon-pohon yang sangat besar.

Alkisah, rombongan yang dipimpin oleh Syarif Abdurrahman mengalami gangguan dari hantu kuntilanak di daerah delta pertemuan tiga sungai yaitu Sungai Kapuas Besar, Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Landak. Gangguan tersebut membuat takut para rombongan Syarif Abdurrahman. Keesokan harinya, mereka tidak melanjurkan perjalanan dan memutuskan untuk mempertahankan situasi sekitarnya.

Namun, pada siang hari pun, mereka tetap saja di teror oleh suara-suara makhluk halus yang mengerikan. Hingga malam berikutnya, semua anggota rombongan mendapatkan gangguan-gangguan dari suara-suara hantu dan gangguan lainnya.

Karena selalu diganggu oleh hantu jahat yang dimanifestasikan hantu kuntilanak tersebut. Kemudian sebagai upaya untuk mengusirnya, Syarif Abdurrahman menembakkan meriam. Dari cerita itulah, kemudian daerah ini disebut dengan pontianak. Perspektif ini tersebar luas sebagai asal usul penamaan kota pontianak.

Ada pendapat yang menyatakan bahwa gangguan yang menakutkan itu sesungguhnya adalah para perompak dan penjahat yang banyak terdapat diperairan sungai Kapuas dan sungai Landak. Daerah ini memang sebelumnya dikenal strategis sekaligus rawan. Sebagai tempat persembunyian para perampok dan penjahat didaerah pertigaan petemuan kedua sungai itu.


Kedua, masih dari cerita rakyat (folklor) melayu yang mendasari penamaan pontianak yaitu kata pontianak mempunyai arti ayunan anak. Konon, cerita ini berdasarkan pada cerita ketika Masjid Jami' didirikan, terdapat banyak ayunan anak dari keluarga yang dipekerjakan dalam pembangunan Masjid Jami'. (Ja' Achmad dan J.U Lontaan)


Masjid Jami' Pontianak
Sumber Gambar : https://instagram.com/borneoskycam/

Ketiga, asal usul penamaan Kota Pontianak berasal dari keberadaan nama 'pohon punti'. Penyebutan pohon punti, sebagai bukti sejarah keberadaannya termaktub pada baris keempat belas surat antara Husein bin Abdul Rahman Al-Aidrus (rakyat negeri Pontianak) kepada Sultan Syarief Yusuf Al-Kadrie. Tertulis....
Maka di dalam itu watasan telah ada juga pohon-pohon hamba tuanku yang sudah bertanam memang disitu, embawang ada 3 dan rambai 8 dan keranji 2, dan buluh 7 rumpun dan pohon punti 1 dan pohon kandis 1 dan beberapa pula sagu yang hamba tuanku tanam di dalam sungai itu ada 6 rumpun yang besar dan yang kecil ada lebih kurang dari tiga ratus batang. (Henry Chambert Loir. Sultan, Pahlawan dan Hakim, 2011, hal107).
Berkenan juga dengan kata pohon ponti bersumber dari kata pon dan ti yang berarti 'pohon tinggi'. Tentu sangat beralasan, sebagai kawasan yang ada di pulau Kalimantan tentunya di daerah ini dulunya banyak terdapat pohon-pohon yang tinggi. Ponti untuk Pohon Tinggi juga menjadi sesuai dengan manifestasi Pohon Punti diatas. Orang tua-tua bilang pohon ini tinggi dan besar walau tidak juga menjadi besar sekali.


Keempat adalah kata Pontianak berasal dari kata Pontian. Nama Pontianak sendiri adalah pelafadzan dari kata perhentian. 'PERHENTIAN' yang dimaksud dengan tempat persinggahan. Hal ini juga sangat beralasan, karena delta sungai Kapuas dan sungai Landak ini sangat strategis sebagai jalur perdagangan dari hilir (luar Kalimantan) sebelah barat daya menuju hulu (pedalaman) dan juga tempat kapal-kapal pedagang yang hendak berlindung dari badai dan ombak besar di laut Cina Selatan, atau laut Natuna. Ilustrasi sederhananya adalah setelah kapal-kapal tersebut mengarungi laut, kemudian masuk ke muara sungai dan beristirahat sejenak di daerah ini. Sebelum kemudian melanjutkan perjalanan lebih ke dalam.

Penamaan nama daerah dari asal muasal penamaan Pontian ini juga terdapat di salah satu daerah di Negeri Johor, Malaysia. Terletak 62 kilometer dari Johor Bahru, ibukota negeri Johor. Ibukotanya disebut Pontian Kecil. Daerah Pontian, dari kata pada Pontian 'perhentian' ini merupakan sebuah tanjung yang digunakan sebagai daerah perhentian kapal-kapal pedagang yang hendak berlindung dari badai dan ombak besar.

Dibangunkan oleh saudagar dari Singapura yaitu Syed Alsagoff. Selain itu, nama Pontian sebagai nama daerah yang juga terdapat di kecamatan Lubuk Batu Jaya Kabupaten Indragini Hulu, Riau, Indonesia, disana terdapat desa Pontian Mekar.


Kelima, Pontianak dalam pelafalan bahasa Mandarin adalah Kun Tian (kun tien, dalam pelafalan Hanyu Pinyin, kun dian dalam bahasa mandarin). Kata kun tian dapat diartikan dengan 'tempat perhentian, persinggahan'. Dialek pelafadzan kun tian bagi sebagian besar masyarakat tionghoa biasanya ada sedikit penambahan lafadz tanpa menambah arti, hanya sebatas dengung kata terakhir saja. Seperti; tak ada uang (nga), naik oto (aa), begitu juga kun tian (na). Dari pelafadzan inilah kemudian menjadi Pontianak. Sampai sekarang pun sebagian besar orang tua-tua masyarakat Tionghoa masih menggunakan Kun Tian untuk menyebutkan Pontianak. Misalnya jika mereka ditanya 'mau kemana?' Kemungkinan dia akan menjawab 'ke Kun Tian' (na).

Penulisan beberapa perspektif atau sudut pandang dalam asal usul penamaan Kota Pontianak ini menjadi menarik. Sebagai sebuah penjabaran, bahwa ia juga tidak berasal dari hal yang tunggal, dan tentu juga bukan berarti satu perspektif menjadi benar dibanding dengan lainnya. Begitu juga sebaliknya. Atau sebenarnya penamaan Pontianak merupakan satu kesatuan dari hal tersebut. Misal: Kata Pontianak berasal dari satu daerah persinggahan, perhentian (Pontian), yang oleh masyarakat Tionghoa disebut dengan 'Kun Tian' (na). Dimana banyak terdapat pohon punti  atau pohon-pohon yang tinggi (ponti), serta awalnya banyak mitos penampakan hantu perempuan menyeramkan (kuntilanak).
Pada titik inilah toponimi (cabang antropologi tentang nama tempat, asal usul, arti, penggunaan, dan tipologinya) di Pontianak  ini akan menemukan titik yang lebih cerah. Yakni ketika mitos, cerita rakyat dan hal-hal yang bersifat irasional dapat bertemu dan saling melengkapi dengan penjelasan yang bersifat nalar, melalui narasi ilmiah, data sejarah dan rasional.

12 comments:

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : raditmananta@gmail.com
+Twitter : @raditmananta

Tata Tertib Berkomentar di blog misterpangalayo:

1. Gunakan Gaya Tulisan yang Biasa-biasa Saja
2. Tidak Melakukan Komentar yang Sama Disetiap Postingan
3. Berkomentar Mengandung Unsur Sara Tidak di Anjurkan

Powered by Blogger.