Hari Pertama: Perjalanan Wisata ke Pulau Dewata

misterpangalayo, Bali - Sekian lama saya tidak menulis di blog ini dikarenakan berbagai kesibukan dan hal lainnya. Dan pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman liburan di tempat wisata yang paling tersohor di nusantara. Pulau Dewata atau Bali terkenal sebagai tujuan wisata dengan keunikan seni dan budayanya. Tidak hanya terkenal dengan sebutan Pulau Dewata, Bali juga dijuluki dengan Pulau Seribu Pura yang keindahan alamnya sangat natural.

tanah lot
Pulau dengan luas 5.634 km persegi selalu menjadi lokasi wisata favorit baik domestik maupun mancanegara. Untuk saya pribadi, Pulau Bali adalah salah satu tujuan traveling dari masa saya duduk di bangku SMA. Cukup dana dan ada waktu, akhirnya saya bisa menjejakkan kaki di Pulau Bali.

Singkat cerita, semua berawal dari keinginan saya untuk merayakan hari lahir saya di Pulau Bali. Sepuluh bulan saya menabung, akhirnya dengan usaha dan doa, keinginan saya untuk menikmati malam pergantian umur di Bali akhirnya terwujud.

Tiket Pontianak - Jakarta - Denpasar
Hari Sabtu (10 Januari 2015), saya pergi ke salah satu travel di Kota Pontianak untuk pemesanan tiket pesawat dan hotel. Maskapai yang saya gunakan adalah Sriwijaya Air dan penginapan saya selama di Bali adalah Astagina Resort Villa and Spa, Seminyak - Bali.

Sehari sebelum keberangkatan, saya mempersiapkan segala kebutuhan yang perlu dibawa selama liburan. Tidak lupa juga sebuah kamera untuk mengabadikan momentum selama di Bali. Detik berganti menit, menit berganti jam, dan jam pun berganti hari.

1 beg 1 koper
Pagi itu (Senin/12 Januari 2015), matahari dengan riang memancarkan sinarnya dan sampailah ke kulit mungil saya. Merasakan hangatnya mentari pagi dengan ditemani segelas kopi panas menambah nuansa hening yang indah. Suasana hati begitu ria dikarenakan hitungan jam lagi, saya sudah fly ke Pulau Seribu Pura.

Pukul 11.00 a.m (wib) saya pun berangkat ke bandara, lama perjalanan saya dari rumah ke bandara kurang lebihnya 30 menit. Begitu sampai di bandara, saya mengisi perut di salah satu cafetaria bandara. Setelah itu saya pun check-in.

Pasca check-in, saya pun berjalan menuju lobi untuk menunggu keberangkatan. Saya lihat disekeliling saya, begitu ramai yang menunggu seperti saya. Dikarenakan pada saat ini, jurusan pontianak - denpasar belum ada, maka saya harus transit dulu ke Jakarta lalu dilanjutkan penerbangan ke Denpasar.

tiket Pontianak - Jakarta (1)

Ketika sudah berada di pesawat, saya tidak bisa tidur. Pikiran saya terasa sudah sampai di Bali duluan dan jiwa saya terperangkap di pesawat. Untungnya saya mendapatkan posisi dekat jendela dan cuaca di luar sangat cerah, dengan warna langit biru romantis dan awan putih menggumpal. Pokoknya terpana dengan pemandangannya, meski cuma awan.


Akhirnya sampai juga di Bandara Int. Soekarno-Hatta, dan saya tidak ada waktu istirahat di sana karena saya harus melanjutkan penerbangan ke Denpasar. Setelah check-in, saya langsung menuju pesawat yang tidak lama lagi akan berangkat.

Tak seberapa lama, pesawat melewati formasi gunung-gunung yang berjejeran di sepanjang pulau Jawa (kurang tahu apa nama gunungnya, kayaknya Bromo). Alam pulau Jawa menyuguhkan keindahan alam yang indah. Meski sudah lelah untuk berada di dalam pesawat dengan 2 kali penerbangan, semua itu tidak melunturkan semangat saya, yang ada dipikiran saya hanya segera sampai ke Denpasar.
 
Langit Jawa dari Udara
Saya melirik ke kiri, tampak orang di samping saya tertidur lelap. Saya mencoba untuk tidur saja tidak bisa, saya hanya bisa melihat pemandangan lewat jendela sambil mendengar musik. Tak lama kemudian sampailah saya di Bandara Int. Ngurah Rai, dan saya sudah di tunggu oleh Bu Ana. Bu Ana adalah tour guide saya selama di Bali. 

Saya di sambut dengan senyuman hangat nan sopan dari Bu Ana, sebagai ucapan selamat datang, saya dihadiahi sebuah udeng yang indah. Udeng adalah topi khas orang Bali. Topi ini umumnya dipakai saat upacara adat, pertemuan tradisional, kegiatan keagamaan, hari libur keagamaan, dan terkadang juga dipakai sehari-hari oleh orang tua dan pemuka agama.

Saya langsung dihantar ke tempat penginapan saya di Jl. Werkudara, Double Six, Seminyak- Bali. Lama perjalanan dari bandara ke Astagina Resort Villa & Spa adalah 20 menit jika menggunakan mobil. Selama perjalanan, saya di ajak keliling Bali oleh Bu Ana. Saya sangat menghargai keramah-tamahan Bu Ana.
Selama perjalanan, Bu Ana aktif sekali dalam berbicara, mungkin saja karena itu memang tugasnya sebagai tour guide. Tapi saya senang, saya banyak mendapatkan informasi ringan selama perjalanan dari beliau. Bu Ana adalah pribumi Pulau Bali, jadi beliau lebih banyak tahu seluk beluk Pulau Bali beserta isinya. Ketika di salah satu perempatan jalan, saya tertegun melihat sebuah tugu di perempatan. Saya buka kaca mobil dan langsung jepret melalui kamera ponsel saya.

Sampailah ditempat tujuan, saya langsung check-in ditemani Bu Ana. Sembari menunggu, saya di sambut hangat dan disuguhkan minuman dan makanan ringan. Pelayanan yang sangat baik menurut saya dan jarang di jumpai di Kota saya sendiri. Tak lama kemudian saya pun mengisi data tamu untuk menginap, karena saya turis lokal hanya perlu menunjukkan kartu identitas seperti KTP.

Malam pertama di Bali, saya hanya istirahat indah di kamar. Pertualangan saya akan bermula keesokannya harinya tanggal 13 Januari 2015. Dan sudah di agendakan dengan rapi oleh Bu Ana. Setelah saya mandi, saya pun pergi ke restoran hotel untuk makan malam.

Karena saya tidak mau menyia-nyiakan waktu begitu saja. Saya berjalan kaki sendirian ke pantai dan menikmati live music di pinggiran pantai diantara bule-bule entah dari mana asalnya. Malam itu, mungkin hanya saya sendiri yang domestik plus karyawan-karyawan kafenya. Konsep kafenya sangat unik dan temanya anak pantai banget.
 
Salah satu caffe di Seminyak Beach
 
Caffee - tampak depan

Tidak terasa 2 jam saya duduk indah sambil menikmati angin pantai yang dingin dan alunan musik akustik yang indah serta minuman yang menghangatkan jiwa ini. Masih tidak percaya rasanya kalau pada saat itu berada di Bali. Inilah hidup, sesuatu yang tidak diduga akhirnya menjadi kenyataan. 

Tidak ada pertanda apapun, tiba-tiba hujan turun begitu saja, semua pengunjung kafe yang di pinggiran pantai berlari ke dalam kafe untuk berteduh dari butiran hujan yang begitu deras. Kurang lebih 30 menit hujan mengguyur Seminyak, begitu reda saya memutuskan untuk pulang ke penginapan dan istirahat. Karena jam 08.00 a.m (wita) saya sudah di jemput untuk melalang buana di Pulau Bali.
kamar istirahat saya - Astagina Resort Spa & Villa
Inilah cerita hari pertama saya di Pulau Bali, semoga bisa menjadi inspirasi buat sobat mister. Tunggu lanjutan ceritanya untuk hari kedua ya, guys...

1 comment:

  1. bali memang ga ada abis nya hehehe.. bolak balik ke sana, tp masih tetep juga selalu kesana, nice trip bro.
    btw kunjungi juga web kami ya :)
    secret garden bedugul bali

    ReplyDelete

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : raditmananta@gmail.com
+Twitter : @raditmananta

Tata Tertib Berkomentar di blog misterpangalayo:

1. Gunakan Gaya Tulisan yang Biasa-biasa Saja
2. Tidak Melakukan Komentar yang Sama Disetiap Postingan
3. Berkomentar Mengandung Unsur Sara Tidak di Anjurkan

Powered by Blogger.