Hari Ketiga: Pengalaman Wisata Ke Pulau Dewata

misterpangalayo.com - Pulau Bali sebagai destiansi paling popular di Indonesia, Bali memiliki resor terbaik di dunia berpadu dengan pantai menawan dan kehidupan malam yang meriah. Majalah Travel and Leisure memilih Bali sebagai  World's Best Island tahun 2009, sementara Lonely Planet's memilih Bali sebagai peringkat kedua Best of Travel 2010.
Pulau Seribu Pura ini juga mempunyai reputasi yang tinggi dikarenakan tempat ini merupakan salah satu wisata di Benua Asia yang sangat menarik. Dengan demikian seiring dengan banyaknya wisatawan asing yang berkunjung ke pulau ini membantu meningkatkan devisa negara serta wisata di Bali juga semakin berkembang dalam berbagai industri seperti pariwisata, perhotelan, kerajinan dan masih banyak lagi.

Sobat mister, kali ini saya akan menceritakan pengalaman wisata saya di hari ketiga saya di Bali. Baiklah saya mulai dari bangun pagi saya. Hari itu (14 Januari 2015), sang mentari dengan gagahnya menyinari bumi seribu pura. Saya pun terbangun seperti biasa, sama seperti hari-hari sebelumnya. Bangun tidur saya terus mandi dan prepare untuk melanjutkan cerita wisata saya di hari ketiga. Destinasi yang akan saya datangi adalah Pura Uluwatu, Wisata Kuliner Khas Bali, Dreamland Beach (New Kuta Beach), Maya Ubud, dan Nusa Dua Bali.

Sarapan pagi pun tidak pernah terlupakan untuk mengisi tenaga supaya bisa fokus untuk hari ini, kebetulan hari ketiga ini juga bertepatan dengan hari lahir saya yang ke 21. Happy Bornday to me :). Tapi kita tinggalkan sejenak topik hari lahir saya. Tengah asyik menikmati breakfast, Bu Ana pun sudah ada di depan mata dan saya acungi jempol lagi untuk on timenya, sangat profesional dan bisa bertanggung jawab dalam sebuah pekerjaan. Insyaallah ada kesempatan dan umur panjang, saya akan ke Bali dan tetap menggunakan jasa Bu Ana.
Perjalanan pun bermula pukul 09.00 wita, dari hotel langsung menuju destinasi pertama yaitu Pura Uluwatu yang terletak 30 km selatan Kota Denpasar, atau 15 km dari Bandara Ngurah Rai. Pura Luhur Uluwatu juga berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewa  Rudra. Pura Uluwatu dipercaya oleh umat Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin atau disebut dengan Pura Sad Kahyangan.

Baca juga: Hari Keempat: Pengalaman Wisata Ke Pulau Dewata

Sepanjang perjalanan Bu Ana pun bercerita sekilas tentang Pura Uluwatu, pura yang akan kami datangi. Saya semakin tertarik dengan cerita Bu Ana, sehingga tidak sabaran untuk segera sampai disana. Ditengah perjalanan saya terpukau dengan pemandangan sebuah jembatan tol yang berada di atas laut. Dan mobil yang kami kendarai kebetulan lewat tol tersebut. Sangat menakjubkan dan benar-benar pemandangan yang langka. 

Jalan tol  ini sebenarnya lebih tepat disebut sebagai jembatan di atas laut. Panjangnya 12,7 kilometer. Sekitar 10 kilometer ada di atas laut. Ini adalah tol di atas laut pertama yang ada di Indonesia. Sekaligus merupakan mahakarya anak bangsa yang sangat luar biasa dan menjadi tonggak sejarah dalam pembangunan infrastruktur jalan raya di Indonesia. Konon, konstruksi yang serupa dengan jalan tol Bali ini bisa dijumpai di Malaysia (Penang Bridge panjangnya 12,9 Km) dan di Kanada (Union Bridge panjangnya 13,5 Km). Kelebihan lainnya, Tol Bali ini juga menyediakan jalur khusus pengendara sepeda motor.
Tak berapa lama kemudian kami pun sampai di Pura Uluwatu, cuaca siang itu sangat panas dan angin laut membuat saya sedikit bisa bernafas lega. Untuk masuk ke area Pura Uluwatu, kami harus memakai sebuah kain, sama halnya seperti ketika saya berkunjung ke Candi Borobudur. Dan perjalanan kami pun berlanjut, kami berjalan kaki untuk menuju area sakral tersebut.

Ketika sampai ditempat tujuan, sobat mister mungkin tidak membayangkan sebuah komplek peribadatan dibangun di atas tebing terjal yang menjorok ke laut. Tapi jika sobat mister berkunjung ke Pura Luhur Uluwatu, di bagian selatan Kabupaten Badung, Pulau Bali, niscaya Anda akan berdecak kagum karena lokasinya benar-benar dibangun di atas bukit karang setinggi + 97 meter di atas permukaan laut (dpl). Tentu saja, bukan hanya suasana sakral dan religius yang dapat dinikmati oleh masyarakat yang ingin beribadah maupun berwisata di tempat ini, melainkan juga panorama alam yang memukau.
Saya pun tidak ketinggalan untuk mengabadikan moment saat berada disana. Walau terik matahari membakar kulit saya, tapi angin laut selatan sangat membuat sejuk dan nyaman. Apalagi ditambah dengan pemandangan alam Pura Uluwatu yang sangat eksotis dengan keindahan birunya air Samudera Indonesia.

Tidak terasa sudah satu jam lebih berada disana, kami pun melanjutkan perjalan menuju Nusa Dua Bali, tapi ditengah perjalanan kami mencari kuliner khas Bali. Di Bali salah satu makanan yang terkenal adalah Babi Guling. Tapi untuk wisatawan muslim, ada juga kuliner khas Bali yang halal.


Setelah mengisi perut, kami pun melanjutkan perjalanan ke Nusa Dua Bali yang terletak di paling ujung bagian tenggara pulau Bali, dan berjarak sekitar 40 kilometer dari kota Denpasar. Jika dari dari Bandara Internasional Ngurah Rai jaraknya kurang lebih 8 kilometer, atau sekitar tiga puluh menit perjalanan dengan menggunakan mobil.

Sesampai disana, saya kembali berdetak kagum untuk keindahan pantai, taman beserta isinya. Taman yang terdapat di kawasan Nusa Dua, kalau boleh saya katakan adalah taman terindah di Bali.

Dan disini banyak terdapat hotel berbintang lima, yang sering di gunakan sebagai tempat konfrensi bersekala international maupun nasional. Selain itu, Nusa Dua terkenal dengan pantai yang memiliki pasir putih dan air laut yang tenang. Sangatlah cocok bagi anda yang menginginkan wisata pantai pasir putih yang bersih dan tidak terlalu ramai seperti pantai Kuta. Kawasan wisata Nusa Dua dikelola oleh sebuah perusahaan yang bernama BTDC.
Karena waktu sudah terjadwal, maka saya pun harus melanjutkan perjalanan ke Dreamland atau biasa dikenal dengan New Kuta Beach. Lokasi Dreamland Bali terletak di bukit Unggasan, satu jalur menuju Garuda Wisnu Kencana. Pantai dreamland Bali, letaknya sangat terpencil, dan sebaiknya bertanya kepada orang lokal disana, setelah anda melewati GWK (Garuda Wisnu Kencana).


Karena berada di tempat terpencil, maka pantai ini jauh lebih bersih dari pada pantai Kuta. Di pantai Dreamland Bali, terdapat lebih banyak wisatawan asing dari pada wisatawan lokal. Mungkin karena ombaknya yang besar, sangat cocok buat penyuka olahraga surfing, dan pantainya yang bersih, yang memberikan kesan nyaman, pada saat anda duduk atau berbaring di pantai Dreamland Bali.

Disana saya hanya menikmati keindahan pantai dengan balutan pasir putih dan ombak yang kuat. Dan saya pun duduk indah di sebuah caffe dan makan untuk mengisi perut. Seperti biasa, disekeliling saya banyak bule entah dari mana asalnya. 

Setelah puas menikmati keindah alam Pantai Dreamland, kami pun melanjutkan perjalanan ke Maya Ubud Resort and Spa. Disana saya hanya melihat-lihat keeksotisan yang dimiliki Maya Ubud Resort and Spa. Maya Ubud terletak di Jalan Gunung Sari, Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, Bali. Maya Ubud Resort and Spa terletak di lahan seluas 10 hektar di kawasan perbukitan setinggi 30 meter di atas lembah sungai. Resort ini hanya 30 menit dari pusat Ubud dan terletak di area yang dipenuhi keindahan alam natural. 


Villa – villa bergaya Bali didesain untuk memberi kesan mendalam. Villa – villa di resort ini luas dan area ini memiliki kolam renang yang dilengkapi dengan beragam fasilitas. Para tamu dapat menikmati kemewahan di tangan – tangan ahli staf spa atau duduk – duduk di teras, menikmati pemandangan indah lembah dan menyantap makanan internasional lezat. Dari lokasi ini, para tamu dapat mendalami kehidupan pedesaan Bali, ikut serta dalam pertunjukan tari tradisional atau belajar melukis dari penduduk desa lokal. Tersedia beragam fasilitas dan aktivitas untuk menyibukkan para tamu di antaranya dua kolam renang, kelas pilates dan yoga, kelas memasak, perjalanan ke desa, berbelanja di Ubud dan permainan – permainan papan favorit.


Inilah cerita di hari ketiga saya dan saya mohon maaf kalau tidak menceritakannya secara detail, nantikan cerita saya lebih lengkapnya di masing-masing destinasi yang saya kunjungi. Salam Damai untuk sobat mister semuanya. I Love You more, buddies.
Pura Luhur Uluwatu berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewa  Rudra. Pura Uluwatu dipercaya oleh umat Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin atau disebut dengan Pura Sad Kahyangan. - See more at: http://travelwithputu.com/obyek-wisata-di-bali/#sthash.0YIpvwDH.dpuf
Pura Luhur Uluwatu berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewa  Rudra. Pura Uluwatu dipercaya oleh umat Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin atau disebut dengan Pura Sad Kahyangan. - See more at: http://travelwithputu.com/obyek-wisata-di-bali/#sthash.0YIpvwDH.dpuf

1 comment:

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : raditmananta@gmail.com
+Twitter : @raditmananta

Tata Tertib Berkomentar di blog misterpangalayo:

1. Gunakan Gaya Tulisan yang Biasa-biasa Saja
2. Tidak Melakukan Komentar yang Sama Disetiap Postingan
3. Berkomentar Mengandung Unsur Sara Tidak di Anjurkan

Powered by Blogger.