Hari Kedua: Pengalaman Wisata Ke Pulau Dewata

misterpangalayo, Bali - Mungkin semua orang mengenal Bali, Pulau Seribu Pura yang sangat indah. Keindahan Bali ini begitu terkenal hingga ke mancanegara, bahkan turis luar negri lebih mengenal Bali daripada Indonesia.  

Ini merupakan cerita di hari kedua saya dan saya akan menceritakan pengalaman pribadi saya selama di Pulau Dewata.


Pagi itu cuaca sangat bersahabat dengan saya, matahari pagi memancarkan auranya dengan indah. Bangun tidur saya olahraga kecil di teras kamar (kamar yang saya sewa mempunyai terasnya untuk bersantai) dengan menikmati udara Bali yang jauh dari polusi.

Karena pukul 08.30 wita, saya sudah di jemput oleh tour guide di hotel, jadi saya pun bergegas untuk prepare.  Setelah olahraga kecil, saya langsung bersiap-siap untuk mandi. 

Agenda saya hari kedua (13 Januari 2014) sudah terkonsep dengan rapi oleh tour guide saya. Dan destinasi pertama saya di hari kedua adalah ke Ubud Monkey Forest sambil menikmati tingkah laku dan kelucuan kera ekor panjang (Macaca fascicularis), setelah itu lanjut ke Karya Mas Galerry, lalu makan siang di Bebek Joni Restaurant, setelah itu mampir ke Krisna (pusat oleh-oleh khas Bali), menikmati sunset di Tanah Lot, dan terakhir makan malam di Kuta.


Setelah saya sudah siap dan saya langsung menuju restaurant hotel untuk sarapan (breakfast) sembari menunggu jemputan. Tak lama kemudian yang ditunggu pun sudah datang tepat pada waktunya. Dua jempol untuk pelayanannya karena on time. Kemudian kami pun berangkat ke tujuan utama yaitu destinasi pertama Monkey Forest.

Dalam perjalan menuju ke Ubud, Bu Ana (tour guide) menceritakan sekilas tentang destinasi-destinasi yang akan kami kunjungi pada hari ini. Dan saya pun menikmati pemandangan sepanjang jalan dari jendela mobil. Saya sangat kagum dengan Pemprov Bali karena Bali begitu rapi dan indah serta bersih. Jarang saya menemukan sampah sepanjang jalan. 

Setiba di Monkey Forest, kami pun memarkirkan mobil dan kami langsung membeli tiket masuk ke wisata Monkey Forest. Harga tiket masuk ke objek wisata ini adalah 20k IDR untuk orang dewasa dan 10k IDR untuk anak-anak. Sedangkan untuk parkir mobil akan dikenakan biaya parkir 5k IDR.


Monkey forest atau dikenal juga dengan nama Mandala Wisata Wenara Wana merupakan sebuah tempat cagar alam dan kompleks candi yang terletak di kawasan Ubud, lebih tepatnya masuk ke dalam wilayah desa adat Padangtegal, Ubud. Di tempat ini terdapat kurang lebih 340 ekor monyet yang dikenal dengan jenis monyet ekor panjang dan berwarna abu-abu (Macaca fascicularis)dengan jumlah jantan dewasa 32 ekor , jantan muda 19 ekor, betina dewasa 77 ekor, remaja 122 ekor dan bayi 54 ekor). Ada empat kelompok monyet yang menempati wilayah berbeda di taman ini. Monkey forest atau hutan kera ini kemudian dijadikan sebagai salah satu obyek wisata terkenal di Ubud. Monkey forest ini dikelola dan dimiliki oleh warga desa Padangtegal yang juga bertugas menjaga kesucian taman ini.

Setelah puas berkeliling mengitari hutan di kawasan wisata Monkey Forest, kami pun melanjutkan perjalanan wisata ke destinasi berikutnya yaitu Karya Mas Gallery. Disini saya melihat hasil karya tangan anak Bali yang sangat fantastis dan berkelas serta harga yang ditawarkan juga sangat bervariasi.


Disitu juga kita bisa melihat proses pembuatannya dilanjutkan ke gallery untuk melihat hasilnya dan siap untuk dijual. Saya terkagum-kagum untuk melihat apa yang ada di Geleri Karya Mas. Dan saya mengambil beberapa gambar di kamera saya untuk mengabadikan apa yang saya lihat dan saya berharap dikemudian hari saya bisa kesini lagi.


Selesai melihat hasil karya tangan anak Bali di Karya Mas Gallery, kami melanjutkan perjalanan wisata ke Bebek Joni Restaurant untuk makan siang. Sampai disana, kami langsung menuju bale dengan kapasitas empat orang. Dan tak lama kemudian, salah satu karyawannya menghampiri kami untuk pemesanan makanan.  


Restoran Bebek Joni
juga menyajikan pemandangan hamparan sawah dan berdiri kokoh di area tengah sawah patung Dewi Sri sebagai simbol padi dan kemakmuran. Alunan musik tradisional Bali pun turut diputar di restoran ini. Para pelayan Bebek Joni pun, baik wanita maupun pria, dengan menggunakan seragam bernuansa tradisional, menyambut dan melayani para tamu yang datang. 


Selesai makan siang di Restoran Bebek Joni, kami pun melanjutkan perjalanan wisata kami ke Tanah Lot untuk menikmati sunset di negri Seribu Pura. Tanah Lot adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam.




Karena sunset masih lama, kami pun mampir kesalah satu tempat bersantai di tanah lot untuk menikmati minuman pelepas dahaga dan bersantai sambil bercerita-cerita dengan Bu Ana, tak terasa hampir sejam kami berada disitu akhirnya kami pun berjalan kaki untuk melihat-lihat pusat perbelanjaan souvenir di area tanah lot. Setelah itu kami menuju kafe di pinggiran tebing yang langsung menghadap Samudera Indonesia dengan pemandangan Pura ditengah pantai.




Menikmati sunset di Tanah Lot sangat indah, saya rekomendasikan melihat sunset bersama kekasih itu sangat romantis di tempat ini dengan pemandangan pura tanah lot yang eksotis. Setelah saya menikmati sunset, saya di ajak bu Ana untuk menonton pertunjukan tari kecak-kecak yang akan mulai pukul 18.00 wita. Selesai menonton pertunjukan tari kecak, kami pun langsung ke salah satu Mall di kawasan pantai Kuta.

Di mall kami hanya untuk makan malam, dikarenakan waktu kami sangat terbatas karena pukul 20.30 wita saya harus dikembalikan ke hotel tempat saya menginap. Setelah makan malam, kami langsung menuju Astagina Resort Spa & Villa.

Sesampai di  Astagina Resort Spa & Villa, saya pun langsung menuju kamar dan Bu Ana langsung pulang dan sebelum pulang beliau berpesan untuk menjemput saya esok hari seperti biasa. Puas rebahan di kamar, saya pun pergi ke kolam renang untuk menggerakkan seluruh tubuh saya dengan berenang. Konsep dan suasana kolam renangnya sangat menarik dan berkelas. 

Kebetulan malam itu, hanya saya sendiri yang mandi berenang. Dan hanya ada seorang nenek-nenek berkebangsaan India yang sedang bersantai di depan kamar hotelnya. Sejam kemudian saya pun kembali ke kamar untuk bilas. Dan saya sudah bersiap-siap untuk tidur indah di malam pergantian umur saya.

Inilah cerita hari kedua saya di Pulau Bali, semoga bisa menjadi inspirasi buat sobat mister. Baca juga lanjutan cerita ini, Hari Ketiga: Pengalaman Wisata Ke Pulau Dewata.

No comments:

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : raditmananta@gmail.com
+Twitter : @raditmananta

Tata Tertib Berkomentar di blog misterpangalayo:

1. Gunakan Gaya Tulisan yang Biasa-biasa Saja
2. Tidak Melakukan Komentar yang Sama Disetiap Postingan
3. Berkomentar Mengandung Unsur Sara Tidak di Anjurkan

Powered by Blogger.