Cerita Anak Kost: Perjalanan Nekad ke Negeri Pakunegara (Part I)

misterpangalayo.com - Perjalanan ke Negeri Pakunegara ( Tayan - Kalimantan Barat ) ini adalah perjalanan nekad, penuh nafsu membara, dan solusi kejenuhan menghirup udara di Kota Pontianak. Tanpa rencana dan tanpa budget yang memadai untuk melakukan perjalanan ke Negeri Pakunegara.

 
Jembatan Tayan Hilir

Tayan Hilir

Jam menunjukkan pukul 2 siang, saya terbangun dari tidur panjang dan teman-teman saya pun masih tertidur pulas. Padahal siang itu panas matahari sangat terik dan keringat pun berjatuhan. Perut pun memberontak karena lapar dan saya pun langsung membangunkan mereka semua.

Tanpa mandi duluan, kami berempat (3pria dan 1 wanita) pun langsung ke Rumah Makan sekitar kost. Dengan lahap kami pun menikmati makanan siang. 1 diantara kami tiba-tiba mempunyai ide untuk jalan-jalan ke luar kota dengan alasan jenuh terhadap rutinitas kota.

Tanpa pikir panjang kami semua pun setuju, padahal dompet tidak tebal. Setalah makan siang, kami semua langsung prepare.
Setelah semuanya siap, kami pun langsung On The Way ke Negeri Pakunegara. Rute yang kami lewati adalah dari Sungai Ambawang, karena rute tersebut adalah jalan pintas / jalur terdekat untuk menuju Negeri Pakunegara. Anndaikan melewati rute Sungai Pinyuh bisa memakan waktu 5 jam untuk sampai tujuan, sedangkan rute baru hanya 2 jam saja.

Otewe Negeri Pakunegara

Cuaca sore itu begitu panas dan jalanan kota pun masih macet. Angin pun enggan untuk berhembus. Penghijauan sangat kurang di lingkungan kota sehingga rasa terik matahari pun tidak terbendung. Semakin meninggalkan kota, jalanan semakin macet dan berdebu.

radit - ian - hengki - ayu
Oh ya, kami tidak pernah sekalipun menginjakkan kaki ke Negeri Pakunegara. Dan paling parahnya, seorang pun diantara kami tidak tahu arah jalan untuk menuju ke Negeri Pakunegara.

Tapi setiap persimpangan jalan, kami mengikuti arah jalan. Tak terasa udah sore, angin pun mulai berhembus dengan asrinya, sambil menikmati rutinitas masyarakat di Sungai Ambawang.

Ditengah perjalanan, kami menyaksikan sebuah kecelakaan mobil. Kami tetap melanjutkan perjalanan. Semakin jauh pemandangan semakin indah, pemukiman pun semakin tidak terlihat. Keindahan alam ciptaan Tuhan begitu indah. Dari pegunungan yang kami lewati dan hutan yang rimbun yang kami lihat. Semua itu membuat perjalanan begitu menyaksyikan.

Hari semakin gelap, tanpa lampu penerangan jalan, membuat kami begitu kesulitan untuk melanjutkan perjalanan. Jalanan yang berliku-liku dan naik turun (maklum pegunungan jeng.... ).

Sesampai di simpang 3 sosok - tayan, kami pun berehat sejenak. Lalu melanjutkan perjalanan ke Tayan sekitar 5 kilometer. Perasaan cape pun tidak terasa ketika kami sampai di Terminal Bis Tayan (Pakunegara).


1 comment:

  1. hallo, ada referensi ga untuk kos atau mess disekitar tayan hilir dan jalan trans kalimantan, kalbar? thx u

    ReplyDelete

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : raditmananta@gmail.com
+Twitter : @raditmananta

Tata Tertib Berkomentar di blog misterpangalayo:

1. Gunakan Gaya Tulisan yang Biasa-biasa Saja
2. Tidak Melakukan Komentar yang Sama Disetiap Postingan
3. Berkomentar Mengandung Unsur Sara Tidak di Anjurkan

Powered by Blogger.