Sebuah Harmoni di Negeri Seribu Klenteng (Part II)

Replika Tembok Raksasa di Kridasana
misterpangalayo.com - Perjalanan selanjutnya pun di mulai, tidak mengenal lelah itulah yang sedang kami rasakan. Detik demi detik pun berganti menjadi menit, sampailah di tempat tujuaan. Sedangkan mobil kami parkirkan di rumah bibinya teman saya. Banyak warga memadati stadiun Kridasana yang mempunyai niat seperti kami semua untuk berkunjung. Seperti berada di Negeri Panda dikarenakan ada lampion raksasa dan banyak lampion-lampion berukuran sedang bergantungan dimana-mana sekitar area stadiun. 

Pesona lainnya adalah adanya replika Tempok Raksasa Cina di tengah-tengah lapangan dan dihiasi dengan ratusan lampion berwarna merah. Beberapa diantara kami ada yang bermaksud ingin masuk ke dalamnya. Sebuah keberuntungannya, mereka bertemu dengan presenter sekaligus artis Jordan Onsu dan Soraya Larasati.

amoy-amoy
Sedangkan rombongan saya asyik menjelajahi stand-stand pameran, sekedar melihat-lihat dan memanjakan mata untuk mencari barang obral, hahaha . Ada yang menepuk bahu saya dan ternyata adalah teman  saya, sebuah jodoh bisa bertemu teman diantara ribuan pengunjung. Tak lama rombongan cewek dari Tembok Raksasa pun menghampiri kami semua dan mereka mengajak untuk mengabadikan moment kali ini dengan berfoto-foto. Kecerian tiada batasnya, kebersamaan dalam keharmonisan momentum perayaan imlek membuat saya sangat bahagia dan tidak mau moment tersebut segera berlalu.

Bercanda gurau dan menikamati suasana membuat waktu tidak terasa sudah senja, kami pun bergegas kembali ke Rumah Bibi Kim (*nama samaran). Karena jam 07.00 pm, ada agenda Festival Lampion di Jalan Penogoro Singkawang. Merupakan puncak acara hari itu (4/2), yang mana ikut dimeriahkan oleh peserta-peserta dari Kota-kota yang ada di Kalimantan Barat.

Indahnya Pluralisme dalam Festival Lampion

festival lampion
Waktu yang di tunggu telah tiba, kami pun langsung bergegas keluar. Dalam perjalanan tak lupa untuk wisata kuliner, memanjakan perut dengan makanan khas Kota Singkawang. Jalanan begitu macet karena antusias masyarakat begitu tinggi, tak hanya berasal dari lokal maupun luar Kalimantan barat. Akan tetapi turis asing pun ikut meramaikan kemeriahan dan kemegahan Perayaan Imlek.

kemegahan festival lampion
Pasar Hongkong Singkawang merupakan pusat kuliner dikala malam hari, menyuguhkan beragam jenis makanan nusantara. Gemerlapan suasana malam Kota Singkawang sangat Eksotis dengan adanya rumah ibadah (masjid dan vihara) yang berdampingan dan letaknya persis berada di tengah-tengah Kota. Kerukunan dan keharmonisan membuat Kota Singkawang semakin berkembang.

Butiran debu mulai bertaburan bak bintang di langit, menandakan jalanan begitu sesak dan macet. Bagaimana tidak jalanan dipadati oleh penonton dari berbagai daerah dan Negara, dari berbagai suku bangsa yang ada di Nusantara. Tapi semua itu tidak membuat kami merasa tidak nyaman, akan tetapi justru membuat kami bangga sebagai anak bangsa. Antusias masyarakat begitu tinggi dan sangat begitu tertib tanpa ditertibkan oleh pihak keamanan.

Kesadaran dan jiwa sosial yang tinggi, merupakan contoh masyarakat yang baik dan peduli. Begitu lama acaranya mulai dengan sabar kami menunggu dan tetap menunggu. Tidak jauh dari posisi kami, ada minuman gratis dari salah satu merk kopi instan terkenal di Indonesia. Mencoba kopi panas gratis membuat saya khususnya, merasa terbantu dengan keneradaan mereka. Rasa penantian kami pun terbayar dengan segelas bahkan bergelas-gelas kopi panas yang disuguhkan. 

naga terpanjang
Reporter dan Photografer mondar-mandir melaksanakan tugasnya masing-masing, dari kejauhan ada Photografer asik mengambi gambar kami. Wooooowwww…. Berharap masuk Koran, hahahaha….. Semarak malam itu begitu hangat, acara pun udah mulai. Luar biasa, Festival Lampion tidak hanya diikuti etnis Tionghoa akan tetapi juga turut dimeriahkan oleh etnis Dayak dan Melayu. Sebuah keharmonisan di Negeri Seribu Klenteng, berkembang dan selaras di Kota Singkawang.

Pejabat-pejabat pemerintahan pun ikut berpartisipasi diantaranya Walikota Singkawang beserta jajarannya, Gubernur Kalimantan beserta jajarannya, dan lainnya. Sekolah-sekolah yang ada di Kota Singkawang pun ikut memeriahkan dan BPK (Badan Pemadan Kebakaran) tak ketinggalan untuk mengambil bagian dari acara tersebut. Rekor terpecahkan malam itu adalah Naga Terpanjang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Singkawang.

Menit demi menit pun berganti menjadi jam, kegiatan pun usai sudah hanya meninggalkan kemacetan. Dan penuh kesabaran berjalan menuju parkiran mobil, dan malam itu juga kami pulang ke Kota Sambas. Sebuah perjalanan yang sangat mengesankan walau sedikit melelahkan. 

Tunggu cerita saya selanjutnya………………

1 comment:

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : raditmananta@gmail.com
+Twitter : @raditmananta

Tata Tertib Berkomentar di blog misterpangalayo:

1. Gunakan Gaya Tulisan yang Biasa-biasa Saja
2. Tidak Melakukan Komentar yang Sama Disetiap Postingan
3. Berkomentar Mengandung Unsur Sara Tidak di Anjurkan

Powered by Blogger.