Asal Usul Jeruk Pontianak


misterpangalayo.com - Jeruk Pontianak/Sambas (citrus nobilis var. microcarpa) merupakan tumbuhan berbunga anggota marga Citrus dengan berbentuk pohon dengan buah yang berdaging dengan rasanya yang manis, memiliki keunikan dengan kulit tipis yang licin mengkilat. Merupakan komoditas unggulan Kabupaten Sambas maupun Provinsi Kalimantan Barat. Buah yang manis ini sangat terkenal dengan nama Jeruk Pontianak, hampir semua orang di luar Kalbar tidak mengetahui kalau Jeruk Pontianak itu bukanlah berasal dari Kota Pontianak tetapi dari Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas.

Tanaman ini hanya cocok ditanam di Kabupaten Sambas saja, pernah dicoba bibit jeruk sambas (siam) di tanam di luar Kalimantan, tetapi rasa buah sangat berbeda dengan yang ada di Sambas. Masa kejayaan komoditas Jeruk Sambas ini terjadi pada tahun 1979-1996, tetapi lama kelamaan terjadi penurunan karena mewabahnya penyakit getah jeruk dan akibat dari monopoli sistem tata niaga jeruk.

Menurut situs resmi Provinsi Kalimantan Barat, keunggulan jenis Jeruk Siam ini antara lain dalam hal popularitasnya yang sudah cukup terkenal baik dalam maupun luar negeri (khususnya ASEAN). Selain itu masa produktifitasnya juga cukup lama (15-20 tahun) dengan benefit cost ratio (BCR) sebesar 3,59. BCR jeruk siam ini merupakan yang tertinggi dibanding komoditas pertanian lainnya di Kalimantan Barat. Selain itu harga di pasaran relatif stabil dan cenderung terus meningkat.

Yun Kun, Sang Pembawa Bibit

Bibitnya berasal dari negara Republik Rakyat Cina yang di bawa oleh Yun Kun, Bun Kim, dan Bon Kim In di Desa Segaran. Adapun pengembangannya dilakukan oleh H. A. Rani dan Lim Kim Sim di Desa Bekut pada tahun 1994 (Sarwono, 1986:14). Hingga awal tahun 1950 jeruk siam telah berhasil dibudidayakan hingga mencapai 1.000 ha. Namun, pada tahun 1960 hasil jeruk Sambas mengalami penurunan karena sebagian besar pohon jeruk ditebangi yang terserang wabah penyakit berupa penyakit getah jeruk dan beberapa hama-hama tanaman yang juga turut serta menghambat tumbuhnya jeruk Sambas.

Pada tahun 1979 perkebunan jeruk dikembangkan kembali sampai tahun 1996 hingga mengalami masa kejayaan dengan mencapai 10.000 ha yang berproduksi 26.000 ton per tahun. Setelah itu masih di tahun yang sama produksinya jeruk ini mulai anjlok akibat monopoli sistem tata niaga jeruk yang menyebabkan harga ditingkat petani jatuh serta total pendapatan pun tidak cukup membiayai pengeluaran. Oleh karena itu, para petani membiarkan pohon jeruk mereka merangas mati yang juga diperparah dengan datangnya hama penyakit (http://id.wikipedia.org/wiki/Jeruk_pontianak).

Berdasarkan rencana pengembangan produk unggulan daerah Kabupaten Sambas, untuk pengembangan komoditas jeruk pemerintah mengizinkan dibukanya 7.844 ha yang masih mungkin diperluas.

2 comments:

  1. siapa bilang dengan modal kecil tidak bisa menang banyak?
    Dengan modal Rp20.000,
    Anda bisa menang "Puluhan Juta" !!!
    Hanya di Sinidomino. com
    Untuk info lebih lanjut, Hubungi :
    -Pin BBM :raja poker
    D61E3506 (24 jam Online )

    ReplyDelete

Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan kontak saya
+Email : raditmananta@gmail.com
+Twitter : @raditmananta

Tata Tertib Berkomentar di blog misterpangalayo:

1. Gunakan Gaya Tulisan yang Biasa-biasa Saja
2. Tidak Melakukan Komentar yang Sama Disetiap Postingan
3. Berkomentar Mengandung Unsur Sara Tidak di Anjurkan

Powered by Blogger.